Mengajukan Hutang untuk Menikah Bisa Saja Asal Tahu Batasannya

Tempat untuk Mengajukan Hutang Tanpa Jaminan di Jakarta
March 22, 2016
Cara Mengajukan Pinjaman Tanpa Agunan Jakarta
March 23, 2016

Mengajukan Hutang untuk Menikah Bisa Saja Asal Tahu Batasannya

Menikah masih menjadi tujuan hidup yang utama bagi banyak orang di Indonesia. Ini lantas berpengaruh ke upacara pernikahan itu sendiri, yang kemudian menelan banyak biaya untuk diselenggarakan. Tak jarang, pasangan dan keluarga pasangan bahkan sampai menjual segala macam aset untuk mendapatkan uang demi membayar acara tersebut. sebagian lagi memilih mengajukan hutang untuk menikah.

Cukup banyak orang yang melakukan opsi kedua tersebut, dengan alasan bahwa toh, pernikahan ini hanya satu kali saja dan diselenggarakan dalam waktu singkat. Tentunya kenangan yang didapatkan dari acara pernikahan ini akan menjadi memori yang indah bagi semua orang yang terlibat di dalamnya, dan menjadi sesuatu yang akan dibicarakan sampai ke anak cucu.

Baca juga hutang tanpa jaminan di Jakarta

Tetapi apakah memang seindah itu? Jika untuk menyelenggarakan pernikahan saja Anda dan pasangan harus sampai terlibat dalam hutang pernikahan, maka lihatlah alasan kenapa sebaiknya Anda berdua menundanya dulu:

  1. Memulai kehidupan bersama dengan negatif

Kehidupan pernikahan yang dilandasi dengan hutang memang tidak harus berarti semua aspek pernikahan menjadi negatif, namun ini bisa menjadi tanda bahwa Anda dan pasangan akan mengalami kesulitan keuangan dari awal.

  1. Pikirkan tentang biaya-biaya lain

Anda akan dihadapkan segera pada biaya-biaya lain dalam kehidupan pernikahan, dari urusan membeli mobil, rumah, membiayai pendidikan anak, dll.

  1. Apakah benar-benar jadi memori indah?

Dengan beban hutang  dan hukum mahar dari pinjaman duit kontan di sana-sini, apakah pesta pernikahan tersebut benar-benar menjadi memori yang patut untuk dikenang dengan senyuman? Bisa jadi yang terpikirkan justru tumpukan tagihan dan angsuran yang harus dicicil.

  1. Keharmonisan dengan pasangan terganggu

Urusan keuangan adalah masalah yang sangat sensitif bagi banyak orang, apalagi dengan pasangan. Bahkan bisa dibilang, urusan keuangan menjadi penyebab utama kenapa banyak yang bercerai. Anda tentu tak mau seperti ini, bukan?

Hutang untuk Menikah

Hutang untuk Menikah

Tapi ini tentu saja bukan berarti Anda dilarang untuk mengambil hutang untuk menikah. Toh nyatanya banyak yang melakukannya, dan beberapa pasangan bisa melanjutkan kehidupan pernikahan mereka dengan baik. Hanya saja, Anda juga harus sudah mempertimbangkan sisi baik buruknya, dan mendiskusikan ini dengan pasangan dan keluarga Anda. Jika semua memang sudah terencana dengan baik, ya silahkan saja kalau Anda hendak melangsungkan pernikahan dengan hutang tersebut.

Namun ingatlah, bahwa ketika berhutang demi pernikahan, Anda harus melakukan ini:

  1. Budgeting dengan hati-hati

Sebisa mungkin, jangan menambah beban hutang pernikahan Anda dengan tambahan hutang yang lainnya. Cukup manfaatkan apa yang sudah ada, dan hitunglah dengan cermat segala yang Anda perlukan. Venue, katering, undangan, gaun, dll. harus dihitung secara teliti.

  1. Jujur dengan kondisi finansial

Anda tak perlu merasa terlalu malu untuk mengakui bahwa Anda memang belum mampu membiayai pernikahan, demikian juga dengan pasangan Anda. Saling jujurlah dalam urusan finansial ini, karena ini akan berdampak pada kehidupan rumah tangga Anda nantinya.

  1. Selalu ingat akan bahayanya di-blacklist bank

Diblokir dari bank karena tak mampu membayar sangatlah berbahaya bagi Anda dan pasangan, karena Anda tak akan bisa meminjam di bank untuk modal usaha atau ketika ada keperluan mendesak lainnya.

  1. Sepakat membayar bersama setelahnya

Sepakatlah dengan pasangan untuk bersama-sama membayar hutang yang ada setelah Anda menikah. Dengan demikian, beban hutang tak hanya ada di bahu Anda saja.

Jadi pada dasarnya berhutang merupakan hal yang sah-sah saja, apalagi kalau Anda mengingat keterbatasan Anda di atas. Ini akan lebih baik lagi jika:

  • Anda memang mempunyai gaji yang cukup untuk membayar angsuran pinjaman uang setelah menikah, sehingga tak terjadi tunggakan dalam membayar.
  • Anda masih bisa mempunyai dana cadangan untuk disimpan demi keperluan rumah tangga dan pendidikan.
  • Anda meminjam dari teman atau saudara, dan bukan dari bank, sehingga masih ada kelonggaran dalam mengembalikannya.

Jika Anda mengingat, menyadari, dan melakukan semua hal di atas, maka Anda bisa mengajukan hutang untuk menikah dengan lebih tenang. Pinjamlah di tempat yang reputasinya bagus dan bisa dipercaya, plus angsuran yang ringan. Gunakan segala macam trik-trik penghematan dalam pernikahan agar dana tak menggelembung melebihi pinjaman yang ada. Anda pun akan lebih aman secara finansial dan bisa melangsungkan pernikahan dengan hati tenang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *