Monday, 22 May 2017

Pengertian Penghasilan Tidak Kena Pajak


Penghasilan tidak kena pajak (PTKP) merupakan pengurangan terhadap penghasilan bersih baik pribadi maupun perseorangan sebagai wajib pajak sesuai di dalam negeri sesuai dengan aturan perundang-undangan yang telah ditetapkan. Hal ini sesuai dengan peraturan yang terdapat dalam pasal perundang-undangan tentang PPh yang intinya memberikan penjelasan bahwa setiap orang di dalam negeri yang termasuk dalam wajib pajak akan diberikan pengurangan yang berupa penghasilan yang tidak kena pajak. Aturan ini sesuai dengan UU. No. 10 tahun 1994. Akan tetapi seperti yang dapat kita lihat sekarang ini, memang masih sangat banyak masyarakat Indonesia yang kurang peduli dengan pajak. Hal ini dikarenakan banyak orang yang berfikir bahwa segala sesuatu yang berurusan dengan pajak sangat merepotkan dan menyusahkan.

Banyak alas an yang diungkapkan oleh mereka yang tidak mau berurusan dengan pajak ataupun malas dengan apapun yang ada kaitannya dengan pajak. Selain karena merepotkan dan susah, mereka berfikir saat mereka datang ke kantor pajak untuk mengurus wajib pajak mereka akan dikenakan biaya yang cukup tinggi. Padahal tidak selamanya yang berurusan dengan pajak tersebut merepotkan dan akan menghabiskan banyak dana.

Salah satu contoh pajak tersebut yaitu pajak penghasilan. Dalam pajak penghasilan terdapat Penghasilan tidak kena pajak. Jadi apabila Anda termasuk dalam kategori PTKP ini maka Anda tidak diwajibkan untuk membayar pajak penghasilan. PTKP ini ditentukan berdasarkan keadaan pada awal 1 januari tahun pajak orang yang bersangkutan. PTKP ini dibedakan menjadi PTKP wajib kawin dan PTKP tidak kawin.

Berikut adalah besaran PTKP yang telah ditetapkan sesuai dengan peraturan Menteri Keuangan:

  • Rp 54.000.000,- adalah wajib pajak bagi orang pribadi.
  • Rp. 4.500.000,- adalah tambahan wajib pajak bagi yang sudah menikah, jadi apabila ada status wanita sudah menikah tetap tetaplah memiliki PTKP tidak kawin, kecuali orang tersebut dapat membuktikan bahwa suami yang bersangkutan tidak bekerja sama sekali dan tidak memiliki penghasilan yang dibuktikan dengan surat keterangan dari instansi setempat.
  • Rp. 54.000.000,- adalah tambahan bagi istri yang memiliki penghasilan dan digabung dengan penghasilan suami.
  • Rp. 4.500.000,- adalah tambahan untuk keluarga yang atau anggota keluarga sedarah dan semenda dalam satu garis keturunan lurus serta anak angkat yang keseluruhannya biaya hidupnya ditanggung sepenuhnya dan paling banyak terdiri dari 3 orang yang ada dalam sebuah keluarga. Maksud dari keluarga semenda sedarah dalam satu garis keturunan disini adalah orang yang menjadi tanggungan sepenuhnya seperti orang tua, anak kandung, mertua. 

Di atas sudah dijelaskan berapa besaran PTKP yang wajib ditanggung oleh seorang wajib pajak. Sedangkan yang dimaksud dengan tanggungan sepenuhnya berdasarkan dengan Undang-Undang Pajak Penghasilan yang didasarkan pada keadaan berikut:

  • Seseorang yang tinggal bersama dengan wajib pajak.
  • Seseorang tersebut benar nyata tidak memiliki penghasilan sama sekali untuk dirinya sendiri.
  • Seseorang tersebut tidak mendapatkan bantuan dari salah satu atau anggota keluarga lain serta orang tuanya sendiri.

Jadi apabila seorang wajib pajak menyumbang atau sekadar memberikan bantuan maka tersebut yang bersangkutan bukan termasuk dalam atau menjadi tanggungan sepenuhnya. Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa Penghasilan Tidak Kena Pajak merupakan salah satu bentuk sistem pengurangan terhadap penghasilan bersih seseorang atau wajib pajak yang digunakan sebagai ketentuan untuk menentukan besarnya jumlah penghasilan yang tidak kena pajak.

No comments:

Post a Comment

About us

Sambilnongkrong merupakan situs keuangan online yang getol memberikan perkembangan finansial di tanah air. Informasi yang akurat dan faktual menjadi identitas kami.

Like Us

https://www.facebook.com/jasapeminjamanuang/

Contact us

Hubungi kami untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai keuangan
Designed By pinjaman uang Published.. Bisnis online