Monday, 6 February 2017

Alasan Kurs Mata Uang Rupiah Melemah

Kurs Mata Uang Rupiah
Kurs Mata Uang Rupiah

Kemerosotan kurs Rupiah yang terjadi, hingga pernah mencapai 13.000 per Dolar Amerika menjadi bahan perbincangan dan opini publik yang cukup panas. Ada berbagai penyebab kurs mata uang Rupiah melemah, salah satunya adalah karena fundamental perekonomian di Indonesia yang masih terbilang rapuh serta adanya sentimen regional terhadap Asia dan negara-negara yang sedang berkembang yang semakin memburuk dan berakibat pada modal dilarikan ke luar negeri.

Penurunan nilai tukar mata uang Rupiah juga seringkali dipandang negatif. Padahal sebenarnya, seperti halnya koin yang memiliki dua sisi, depresiasi atau penurunan nilai tukar rupiah ini juga ternyata membawa dampak menguntungkan. Ada yang merasa dirugikan, ada juga yang merasa diuntungkan. Kurs rupiah yang melemah memiliki bermacam implikasi di masyarakat, baik secara individual maupun perusahaan:

  • Meningkatnya nilai gaji dalam Dolar.

Tanpa perlu penjelasan yang lebih lebar lagi, sebenarnya fakta ini sudah sangat mudah dipahami dimana kurs mata uang Rupiah yang melemah membuat nilai tukar Dollar meningkat. Misalkan jika ada TKI yang bekerja di luar negeri yang mengirimkan uang bulanan sejumlah 500 USD ke keluarganya yang ada di Indonesia, saat nilai kurs Rupiah 11.000 maka uang tersebut setara dengan 5,5 juta rupiah, namun saat kurs Rupiah melemah menjadi 13.000 maka uang tersebut akan meningkat, setara dengan 6,5 juta rupiah.

Hal ini mendorong meningkatnya kesejahteraan keluarga para TKI yang ada di Indonesia sekaligus membuat semakin banyak orang untuk berminat menjadi TKI di luar negeri.

  • Meningkatnya daya saing produk dalam negeri di luar negeri.

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, yang terjadi pada saat melemahnya kurs Rupiah adalah harga produk buatan Indonesia menjadi semakin murah bagi para konsumen yang ada di luar negeri. Secara teori, hal ini juga dapat meningkatkan pangsa pasar produk Indonesia yang ada di luar negeri serta meningkatkan ekspor produk-produk Indonesia.

Perusahaan yang mengekspor produknya ke luar negeri dan menerima pembayaran dalam Dolar Amerika sehingga nilainya menjadi lebih besar seiring dengan melemahnya nilai tukar mata uang Rupiah. Semakin disukai produk-produk yang diekspor tersebut maka akan semakin menguntungkan perusahaan.

  • Kenaikan harga barang impor.

Dampak yang langsung terasa saat terjadi melemahnya kurs Rupiah adalah naiknya harga barang-barang impor, hal ini juga bisa membawa dampak positif maupun negatif. Contoh kasusnya untuk buah dan daging impor yang mahal, kemudian mendorong orang untuk segera beralih ke produksi buah dan daging lokal. Hal ini tentu menguntungkan bagi para petani maupun peternak lokal, namun di sisi lain, pedagang barang-barang impor akan mengalami kelesuan.

Dan tak hanya itu saja, bagi usaha yang berbahan baku barang impor juga akan terkena dampak negatif dari menurunnya kurs Rupiah yang mana sebagian besar bahan baku didapatkan dari impor, semisal industri tahu-tempe, yang mendapati harga kedelai semakin meningkat dan dampaknya harga tahu-tempe juga akan ikut naik dan dikhawatirkan menurunkan daya beli masyarakat.

  • Meningkatnya beban hutang milik negara dan swasta.

Hutang yang seringkali dilakukan oleh pemerintah kepada negara lain dalam bentuk Dolar Amerika tentu harus dikembalikan dalam bentuk mata uang yang sama. Jika kurs mata uang Rupiah melemah, maka hutang yang harus dikembalikan oleh pemerintah juga akan berlipat ganda bahkan bisa melebihi nominal awal hutang. Hal yang sama terjadi pada perusahaan swasta yang meminjam dana dari luar negeri. Hal ini tentu akan menambah beban hutang kedua pihak tersebut.

No comments:

Post a Comment

About us

Sambilnongkrong merupakan situs keuangan online yang getol memberikan perkembangan finansial di tanah air. Informasi yang akurat dan faktual menjadi identitas kami.

Like Us

https://www.facebook.com/jasapeminjamanuang/

Contact us

Hubungi kami untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai keuangan
Designed By pinjaman uang Published.. Bisnis online