Tuesday, 18 October 2016

Akad Jual Beli Rumah Yang Benar


Transaksi jual beli rumah memang tidak dapat dihindari bagi mereka yang harus menjual rumah lama dan bagi yang membutuhkan rumah baru. Pada saat menjual rumah lama maka dalam proses transaksinya Kita akan mendapati beberapa jenis biaya. Beberapa jenis biaya ini diserahkan atau nantinya diterima oleh negara ataupun pemerintah daerah. Bisa juga ada beberapa jenis biaya yang nantinya diterima oleh penyedia jasa yang melayani transaksi jenis ini, dikenal sebagai notaris.

Jenis-jenis Biaya Dalam Transaksi Jual Beli Hunian

Dalam transaksi jual beli sebuah rumah ternyata ada beberapa biaya yang perlu dipahami dan diketahui, sebab beberapa ditanggung oleh pihak penjual. Meskipun ada beberapa pula yang nantinya akan dibebankan kepada pembeli rumah tersebut. Namun, memahami sejak awal akan membantu mempersiapkan kebutuhan apa saja supaya rumah bisa segera dijual sekaligus cepat laku. Konsultasikan kepada notaris yang dipilih supaya tidak gampang, dan adapun biaya-biaya ini antara lain:

Biaya untuk pengecekan sertifikat,
Biaya pertama yang akan diketahui adalah biaya pengecekan sertifikat yang dilakukan di kantor pertanahan setempat. Adanya pengecekan sertifikat ini bukan tanpa tujuan, ada beragam hal yang bisa diketahui apakah sertifikat tanah dimana rumah yang dijual memang cocok. Selain itu juga mengetahui apakah sertifikat terdapat catatan sita, catatan tanah diblokir, dan lain sebagainya. Sehingga pembeli mendapatkan tanah legal, dan biayanya berbeda-beda sesuai kebijakan kantor pertanahan.

Biaya untuk pembuatan akta jual beli,
Pada saat transaksi jual beli rumah dilangsungkan maka sebelumnya perlu membuat akta jual beli atau sering disingkat dengan nama AJB. Apabila biaya pengecekan sertifikat ditanggung pembeli maka untuk biaya akta jual beli ini ditanggung oleh penjual. Pihak yang membuat akta jual beli ini adalah petugas pembuat akta tanah dengan biaya yang memang setiap daerah atau wilayah akan berbeda-beda. Biaya ini juga bisa ditanggung bersama sehingga sesuai dengan kesepakatan antara penjual dengan pembeli.

Biaya untuk balik nama sertifikat tanah,
Sertifikat tanah biasanya atas nama pemilik, apabila berpindah tangan atau pindah ke pemilik baru maka perlu melakukan balik nama. Sehingga nantinya sertifikat atas nama pemilik baru serta biaya pajak tanah dan bangunan akan dibebankan kepada pemilik yang baru. Biaya balik nama ini secara umum akan ditanggung oleh pembeli, sehingga pembeli rumah bekas sebaiknya mengenal kisaran biaya untuk balik nama yang disesuaikan dengan daerah setempat.

Pembayaran PPh atau pajak penghasilan,
Beban pembayaran pajak penghasilan ini sudah tentu akan ditanggung oleh penjual sebab yang menerima penghasilan adalah pihak penjual. Beban pajak penghasilan ini adalah 5% dari harga tanah dan rumah yang dijual sehingga perlu segera dibayarkan. Sebab sebelum penjual membayar pajak jenis ini maka akta jual beli tidak atau belum bisa ditandatangani. Pembayaran pajak ini bisa dilakukan di bank yang ditunjuk untuk menerima pembayaran jual beli hunian.

Biaya jasa untuk notaris yang ditunjuk,
Notaris atau pejabat akta tanah akan menerima atau meminta biaya jasa atas semua pengurusan yang dilakukannya. Mulai dari pendampingan pengecekan sertifikat, pembuatan akta jual beli, dan lain sebagainya supaya transaksi dapat berjalan dengan baik. Biaya jasa ini memang disesuaikan dengan kebijakan notaris tersebut, namun beberapa tidak memberikan biaya jasa. Ada pula yang biaya jasa ini dibebankan kepada pembeli yang nantinya akan membutuhkan bantuan mengurus keperluan jual beli rumah murah selanjutnya. 


No comments:

Post a Comment

About us

Sambilnongkrong merupakan situs keuangan online yang getol memberikan perkembangan finansial di tanah air. Informasi yang akurat dan faktual menjadi identitas kami.

Like Us

https://www.facebook.com/jasapeminjamanuang/

Contact us

Hubungi kami untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai keuangan
Designed By pinjaman uang Published.. Bisnis online