Saturday, 16 July 2016

Serba-serbi Pajak Pertambahan Nilai


PPN atau yang di kenal dengan pajak pertambahan nilai ialah pajak yang tidak langsung dikenakan d tiap pertambahan nilai maupun transaksi penyerahan jasa atau barang yang terkena pajak di dalam pendistribusian dari produsen kepada konsumen. Di sebut pajak tidak langsung dikarenakan tidak langsung di bebankan ke penanggung pajak namun melalui mekanisme pemungutan pajak serta di setor ke pihak yang lain. Transaksi penyerahan dapat menjadi bentuk jual beli, sewa menyewa, pemanfaatan jasa.

Barang yang terkena pajak ialah barang berwujud yang menurut hukum dan sifat dapat berubah barang yang bergerak atau pun barang yang tidak bergerak serta barang yang tidak berwujud dan dikenakan PPN. Pada dasarnya semua barang ini ialah barang kena pajak terkecuali yang diatur oleh undang-undang. Barang terkena pajak ini terdiri dari berbagai macam barang berwujud entah bergerak atau yang tidak bergerak. Sedangkan untuk jasa kena pajak ialah setiap kegiatan pelayanan yang berdasarkan pada sebuah perikatan maupun perbuatan hukum yang menyebabkan fasilitas kemudahan untuk di pakai termasuk jasa yang dilakukan untuk menghasilkan barang dikarenakan pesanan atau pun permintaan dengan bahan.

Pemungutan, penyetoran, serta pelaporan PPN serta merupakan kewajiban yang berasal dari produsen maupun pedagang yang sering disebut dengan Pengusaha Kena Pajak atau yang sering di singkat PKP. PKP ini ialah pengusaha yang melakukan penyerahan barang kena pajak maupun penyerahan jasa kena pajak yang di kenakan pajak. Pada dasarnya semua barang atau pun jasa ialah objek PPN, namun oleh sebab itu adanya pertimbangan ekonomi, budaya, sosial, oleh sebab itu diatur oleh Undang-undang PPN jika ada barang yang tidak di pungut kecuali pengenaan PPN.


Ada pula PPN impor barang, PPN ini ialah setiap kegiatan memasukan berbagai macam barang yang berasal dari luar daerah ke dalam daerah. Pada prinsipnya berbagai macam kegiatan impor barang ini akan dikenai PPN, akan tetapi di dalam rangka mengembangkan dunia usaha, pemerintah juga menetapkan barang yang terkena pajak dan yang tidak terkena pajak.

Berikut berbagai macam barang yang dibebaskan pajak pertambahan nilai. Antara lain:

  • Senjata, amunisi, alat angkutan yang berada di air, alat angkutan darat, suku cadang yang di impor Departemen Pertahanan, TNI, kepolisian, komponen yang di impor oleh PT yang digunakan untuk pembuatan senjata serta amunisi,
  • Vaksin polio di dalam rangka melaksanakan PIN, buku pelajaran umum, kitab suci maupun buku pelajaran agama,
  • Kapal laut, kapal angkutan sungai, danau, angkutan penyeberangan, kapal pandu, tunda, penangkap ikan, kapal tongkang, suku cadang alat keselamatan pelayaran yang di impor,
  • Pesawat udara beserta suku cadang dan juga alat keselamatan penerbangan, keselamatan manusia, alat yang di impor oleh Perusahaan Angkutan Udara Nasional, dan berbagai barang lainnya.

No comments:

Post a Comment

About us

Sambilnongkrong merupakan situs keuangan online yang getol memberikan perkembangan finansial di tanah air. Informasi yang akurat dan faktual menjadi identitas kami.

Like Us

https://www.facebook.com/jasapeminjamanuang/

Contact us

Hubungi kami untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai keuangan
Designed By pinjaman uang Published.. Bisnis online