Sunday, 24 January 2016

Memahami hutang piutang dalam islam


Hutang piutang dalam Islam kehidupan bermasyarakat & usaha telah amat sangat dikenal. Dia bakal meliputi aktivitas pinjam-meminjam duit, gerakan yg mampu menyokong aktivitas jual-beli komoditas, atau aktivitas yg mampu memengaruhi penambahan aset business. Ada sekian banyak version utk memberikan istilah lain hutang piutang ini. Apabila kita berangkat ke perbankan atau koperasi, kita dapat mendengar sebutan perkreditan. Kalau kita bertolak ke perbankan syariah atau baitul maal, kita dapat mendengar istilah pembiayaan. Dalam praktiknya istilah perkreditan bakal mempunyai definisi yg lebih spesifik daripada cuma sekadar meminjamkan duit. Pasalnya perkreditan dapat mengarah terhadap pemberian pinjeman dgn tambahan nilai kepada pengembaliannya. 

Hutang piutang kepada dasarnya melibatkan dua pihak juga sebagai subyek & obyek. Orang yg meminjamkan (pemberi pinjeman) dinamakan sbg kreditur & orang yg meminjam dinamakan juga sebagai debitur. Kreditur diperankan baik oleh individu ataupun perusahaan berbadan hukum. Sampel yg biasa kita temui utk kreditur berbadan hukum seperti bank, koperasi simpan-pinjam, & BMT. Debitur diperankan pun baik oleh individu ataupun perusahaan berbadan hukum contohnya perusahaan yg memerlukan penambahan aset business. 

Hutang berdasarkan akuntansi mempunyai 2 penggolongan mendasar adalah hutang jangka pendek & hutang jangka panjang. Yg termasuk juga hutang jangka pendek meliputi hutang business, hutang giro, & anggaran yg tetap mesti dibayar. Yg termasuk juga hutang jangka panjang meliputi hutang leasing, obligasi & hipotik. 

Gerakan hutang piutang tak cuma sekadar mementingkan prosedur dalam meminjam & memberikan pinjeman, tapi pula mesti memperhatikan kiat yg serasi buat mencatatnya dalam sebuah pembukuan yg sistematis. Alhasil segala catatan itu bakal memudahkan ke-2 belah pihak dalam mengendalikannya. Pencatatan hutang piutang sederhananya sanggup digambarkan sbg berikut ini : 

Bagi pihak debitur 
Pengajuan pinjeman 
Pernyatan & pencatatan utang 
Pembelian dengan cara angsuran 
Pencatatan pembayaran hutang 
Bagi pihak kreditur 
Analisis pembiayaan 
Pernyatan & pencatatan piutang 
Penjualan dengan cara angsuran 
Pencatatan penerimaan pembayaran piutang 

Hutang Piutang adalah memberikan sesuatu terhadap satu orang bersama perjanjian ia bakal Membayar/Mengembalikan barang tersebut bersama jumlah yg sama, contohnya hutang Rupiah. 3000 dikembalikan Rupiah. 3000 atau seandainya hutang itu berujud beras contohnya, pun mesti di bayar dgn beras yg sebanyak sama. 

Kalau ada penambahan diwaktu pengembalian hutang itu, lebih dari jumlah selayaknya mesti di terima, & penambahan itu sudah jadi perjanjian selagi akad, sehingga penambahan dari jumlah yg harusnya, tak halal atas piutang mengambilnya. 

Dalam perihal ini Nabi Saw. Bersabda yg artinya : 
"Tiap tiap piutang yg membawa manfaat, sehingga beliau termasuk juga riba" (H.R. Harits Badan Intelijen Negara Usamah) 

Hukumnya 
Adapun hukum berikan hutang merupakan berfariatif amat tergantung pada pemakaianya dapat Sunnat pun dapat Wajib sama halnya tolong meringankan dalam bagian yg lain. 

Serasi dgn Sabda Nabi yg artinya : 
"Allah bakal menopang hambanya tatkala hamba itu senang meringankan saudaranya" (H.R. Muslim). 

Berarti dgn tolong menopang bersama jalan hutang piutang tak di ragukan lagi bahwa elemen ini yaitu sebuah tugas yg teramat gede faedahnya kepada penduduk, lantaran penduduk satu sama lain hajat menghajatkan bantuan.bakal namun hutang piutang juga dapat hukumnya jadi haram kalau buat maksiat. 

Nah inilah pengertian hutang piutang menurut falsafah Islam, lantas apa bedanya dgn pinjem meminjam, okelah aku bakal terangkan pinjem meminjam menurut Islam. 

Pinjem Meminjam Menurut Islam 
Adapun pinjem meminjam menurut Islam merupakan membolehkan terhadap orang lain membawa manfaat sesuatu yg halaluntuk membawa manfaatnya dgn tak merusakan zatnya, & di kembalikan sesudah di ambil manfaatnya dalam kondisi masih tak rusak zatnya, pinjem meminjam itu boleh, baik dengan cara penting artinya tak di batasi dgn saat,atau dibatasi oleh saat. 

Barang pinjeman bila hilang atau rusak, jadi tanggungan orang yg meminjam bersama harga terhadap hri rusaknya. 

Pinjem ini wajib dikembalikan pada yg meminjamkan. 

Sabda Nabi saw. Yg artinya : 
Dari Abu Hurairah ra. ; bahwasanya Rasulallah saw. Bersabda ; Tunaikanlah/kembalikanlah barang amanat itu pada orang yg sudah memberikan amanat kepadamu, & jangan sampai engkau menyalahi janji [berkhianat] biarpun terhadap orang yg sempat menyalahi janji kepadamu.(H.R. Abu Daud & Turmudzi) 

Sabda Nabi saw. Yg artinya : 
Dari Abi Umamah ra. Dari Nabi saw. Dia berbicara : Pinjeman itu wajib di kembalikan & orang yg menjamin dialah yg berhutang, & hutang itu wajib di bayar (H.R. Turmudzi & Abu Daud). 

Syarat ketentuannya Pinjem Meminjam 
Syarat orang yg meminjam & yg meminjamkan yaitu baligh,berakal & melakukanya dgn kemauanya. 

Manfaat barang yg di pinjamkan mesti yakni milik orang yg meminjamkan, oleh lantaran itu orang yg meminjam sesuatu barang tak boleh meminjamkan barang itu pada orang lain. 
Orang yg meminjam sesuatu barang, cuma di bolehkan membawa manfaatnya menurut apa yg diizinkanoleh orang yg meminjamkan. 

Mengembalikan barang pinjeman, seandainya di perlukan ongkos, sehingga ongkosnya atas tanggungan peminjam. 

Pinjeman yg di batasi waktunya, sesudah habis waktunya, si peminjam wajib serentak mengembalikanya, pengambilan manfaat sesudah melalui batas yg di memastikan, merupakan diluar ikatan pinjem meminjam, hilang atau rusaknya barang yg dipinjamkan penuh atas tanggungan yg meminjamkan. 

Hukumnya 
Meminjamkan sesuatu hukumnya sunnat, malah terkadang jadi wajib, seperti meminjamkan sampan utk menyelamatkan orang yg bakal tenggelam, & kadang kadang haram meminjamkan, seperti meminjamkan hunian buat maksiat dsb. 

Orang yg meminjamkan tatkala saat boleh minta kembali barang yg di pinjamkanya.  Setelah yg meminjam mengetahui, bahwa yg meminjamkan telah memutuskan akadnya, beliau tak boleh memanfaatkan barangyang di pinjamnya. 

Hutang piutang dalam Islam telah tak berlaku (batal) dgn matinya atau gilanya salah seseorang dari peminjam atau yg meminjamkan. 

No comments:

Post a Comment

About us

Sambilnongkrong merupakan situs keuangan online yang getol memberikan perkembangan finansial di tanah air. Informasi yang akurat dan faktual menjadi identitas kami.

Like Us

https://www.facebook.com/jasapeminjamanuang/

Contact us

Hubungi kami untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai keuangan
Designed By pinjaman uang Published.. Bisnis online